Setitik Kebahagiaan di Hati
Saat aku memejamkan kedua mataku,
entah mengapa dunia seakan perlahan menjadi sunyi.
Tidak ada lagi suara yang mengganggu,
tidak ada lagi pikiran yang berlarian memenuhi kepala.
Yang tersisa hanyalah rasa tenang...
dan kehangatan yang perlahan menyelimuti tubuhku.
Rasanya seperti ada sesuatu di dekatku,
sesuatu yang tak dapat kulihat,
namun kehadirannya begitu nyata.
Seolah ada seseorang yang diam-diam menjagaku,
memelukku tanpa menyentuh,
dan memberikan sedikit kehangatan
pada hati yang selama ini terasa dingin.
Entah apa itu...
Namun, perlahan aku merasakan
seperti ada setitik kebahagiaan yang jatuh
ke dalam lubuk hatiku.
Kecil... sangat kecil.
Tetapi cukup untuk membuat hatiku yang lelah
merasakan sesuatu yang sudah lama tidak kurasakan.
Ketenangan..
Kedamaian..
Kelembutan..
Seperti ada sesuatu yang membalut hatiku dengan perlahan,
menutupi setiap luka yang tak pernah terlihat,
mengusap setiap kesedihan yang selama ini kupendam,
dan berbisik tanpa suara,
"Tidak apa-apa...
kau boleh beristirahat sebentar."
Kurasa... mungkin itu adalah sesuatu yang selama ini diam-diam kucari.
Sesuatu yang hadir tanpa suara,
namun mampu membuat hatiku merasa begitu tenang.
Mungkin hanya sebuah bayangan kecil
yang datang di antara sunyi dan gelap,
dengan senyum sederhana yang entah mengapa
terasa lebih hangat daripada cahaya pagi.
Ia tidak mengatakan apa-apa.
Hanya tersenyum kepadaku,
seolah ingin mengatakan bahwa
aku tidak harus selalu kuat,
dan untuk sesaat... aku boleh melupakan
segala sesuatu yang membuatku lelah.
Senyuman kecil yang sederhana,
namun entah mengapa terasa begitu berarti.
Saat melihat senyumannya,
hatiku seakan lupa bagaimana caranya merasa sedih.
Perasaanku seperti perlahan terangkat,
melayang semakin tinggi ke angkasa,
jauh dari segala beban,
jauh dari segala luka,
jauh dari dunia yang terkadang terasa begitu berat.
Senyumannya seperti cahaya kecil
di tengah gelapnya malam.
Tidak menyilaukan...
hanya cukup terang untuk menunjukkan
bahwa masih ada sesuatu yang indah
di balik semua kesedihan yang pernah kurasakan.
Dan untuk sesaat,
aku tidak ingin memikirkan apa pun.
Aku hanya ingin tetap berada di sana.
Di tempat yang begitu tenang,
di antara kehangatan dan kedamaian,
yang entah mengapa mampu membuat hatiku merasa aman.
Lalu, hati kecilku berbisik perlahan...
"Mungkinkah aku sedang bermimpi?"
Jika memang ini hanya sebuah mimpi,
maka untuk kali ini...
kumohon, jangan bangunkan aku.
Biarkan aku tinggal sedikit lebih lama.
Biarkan aku menikmati senyum itu,
menikmati kehangatan itu,
dan merasakan kebahagiaan kecil
yang mungkin selama ini diam-diam kucari.
Aku tidak tahu sampai kapan
aku ingin berada di tempat ini.
Mungkin sebentar.
Mungkin selamanya.
Yang kutahu...
untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
aku merasa begitu damai.
Dan jika dunia nyata kembali memanggilku nanti,
aku hanya berharap
aku masih bisa mengingat satu hal—
bahwa pernah ada sebuah senyuman kecil
yang mampu membuat hatiku yang lelah
ingin kembali percaya
bahwa kebahagiaan itu masih ada.

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda ;
Komentar tidak boleh mengandung unsur SARA, pelecehan atau kata-kata kotor :) Terima Kasih