Sunday, 24 April 2022

Broke me into pieces

By Cyuppy at 4/24/2022 06:58:00 pm

Hai, kau yang ingin kuhapus dari hidup ini!

Apa kau akan membaca ini?
Akankah kau benar-benar akan membacanya sampai akhir?

Ataukah tulisan ini hanya akan menjadi sesuatu yang kau lewati begitu saja, 
tanpa pernah tahu bahwa setiap kata didalamnya pernah lahir dari hati yang begitu dalam terluka karenamu?

Kuharap kau membacanya.
Entah untuk terakhir kalinya kuharap kau membaca ini...

Tapi kurasa..
mungkin tidak akan pernah.
Mungkin bagimu, semua ini sudah tidak berarti apa-apa...

Lihat...

Pernahkah hatimu dihancurkan sampai berkeping-keping?

Ratusan? 
Tidak.
Ribuan? 
Tidak juga.
Jutaan?
Mungkin bahkan lebih dari itu.

Kau bahkan tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak kepingannya,
karena setiap keping terlalu kecil untuk terlihat, sampai semuanya berubah menjadi debu yang berserakan dan tak tahu harus kembali ke mana...

Inilah rasanya ketika seseorang yang kita percaya sepenuhnya justru menjadi orang yang menghancurkan hatimu..
Perlahan, kau merasakan sakitnya... lalu sakit itu menjadi terlalu banyak hingga tidak tahu lagi bagian mana yang sebenarnya sedang terluka.

Oh, aku lupa..
Kau tidak mungkin, 
Bagaimana mungkin kau tahu?
Kau tidak akan pernah bisa merasakannya...karena kaulah si penghancur itu.
Kau yang menjatuhkan satu per satu bagian dari hatiku..

Dapatkah kau menyatukannya kembali?
Dapatkah kau mengumpulkan semua kepingannya?
Satu per satu?
Lalu menyatukannya kembali menjadi sesuatu yang utuh?
Dapatkan kau memperbaiki apa yang sudah kau hancurkan?

Tidak?
Tentu tidak.
Aku sudah tahu jawabannya sejak awal..

Kau tahu, tak apa.. tidak apa-apa..
Aku akhirnya mengerti, tidak semua yang hancur harus diperbaiki oleh orang yang menghancurkannya.

Ada hal-hal yang memang harus kita biarkan menjadi bagian dari masa lalu.
Ada luka yang tidak perlu ditutup oleh tangan yang telah membuatnya terluka.
Ada hati yang pada akhirnya harus belajar menyembuhkan dirinya sendiri.

Biarlah kepingan itu tetap berserakan.
Biarlah debu-debu itu terbawa angin,
jauh dari tempat di mana semuanya pernah dimulai.

Mungkin suatu hari, kepingan itu akan berubah menjadi sesuatu yang baru..

Sesuatu yang tidak lagi mudah hancur karena seseorang...

Dulu aku ingin kau kembali.
Aku ingin kau melihat betapa parahnya luka yang kau tinggalkan.
Aku ingin kau merasa bersalah, setidaknya sekali.

Tapi sekarang?

Aku hanya ingin sembuh.
Aku tidak lagi ingin kau mengumpulkan kepingan hatiku.
Aku tidak lagi ingin kau datang membawa permintaan maaf.
Aku bahkan tidak ingin kau tahu berapa lama aku menangis karenamu.

Karena pada akhirnya.. untuk apa?
Apa gunanya permohonan maaf untuk hal yang sudah meninggalkan bekas 
Bekas yang tidak akan mungkin pernah hilang sepenuhnya?

Karena mungkin, hal terbaik yang bisa kulakukan untuk diriku sendiri adalah berhenti menunggu sesuatu darimu.

Jadi pergilah...

Bawalah semua kenangan tentangmu jika kau mau.
Aku tidak akan mengejarnya lagi.

Dan jika suatu hari nanti kau membaca tulisan ini,
aku harap kau tahu satu hal—

Aku pernah sangat mencintaimu.
Aku pernah mempercayaimu dengan bagian diriku yang paling rapuh.
Aku pernah membayangkan masa depan bersamamu.
Aku pernah mengira kau adalah tempat terakhir yang ingin kutuju setelah percaya semua dengan kata-katamu.

Sampai ketika kau menghancurkanku,

Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya membenci orang yang masih sangat kucintai.
Itulah bagian yang paling menyakitkan.
Bukan karena kau pergi, tapi karena setelah semuanya berakhir, sebagian dari diriku berharap kau akan kembali..

Bahkan bagian dari diriku yang sudah hancur ini masih mencari alasan untuk memaafkanmu.
Bahkan ketika hatiku sendiri berkali-kali memintaku untuk berhenti, kepalaku terus membela namamu.

Tapi hari ini,
Aku telah memohon pada Tuhanku, dengan hati yang sudah begitu lelah..
Aku memintaNya untuk menghilangkanmu dari hidupku,
Aku INGIN memilih diriku sendiri.

Selamat tinggal,
Biarlah.. Tuhan yang membalasmu, aku tidak ingin lagi menjadi hakim atas apa yang telah kau lakukan padaku.

Aku akan mulai berjalan lagi meski tidak ada yang tersisa dari hidupku yang tidak berarti ini,
Aku ingin merasakan hari "ternyata aku bisa melewati semuanya" tiba,

Aku yang pernah hancur karenamu
Hari ini aku memilih diriku sendiri.

Selamat tinggal.
Untuk kau yang ingin kuhapus dari hidup ini!

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda ;
Komentar tidak boleh mengandung unsur SARA, pelecehan atau kata-kata kotor :) Terima Kasih

 

Here I Am 💕 After Everything I’ve Been Through, Still Choosing To Believe That Better Days Are Waiting For Me.🖤