Sempat terfikir olehku beberapa hal yang pernah terjadi dalam hidupku dan akhirnya kuputuskan untuk kutulis ini. Tulisan ini akan kutulis dengan segala kejujuran dan semua perasaan yang kumuliki...
Untuk kau yang tak perlu kusebut siapa. Aku tahu kau akan tahu tulisan ini untukmu.
Dengan segala kenaifan yang aku dan semua wanita miliki, aku minta maaf bahwa cinta adalah sederhana - tentang memberi.
"If you don't understand my silence.
you won't understand my words."
Kata itu benar bagimu mungkin, tapi aku benar tak menyadarinya..
Bahwa kau selalu memberikan genggaman tanganmu agar aku tak merasa sendiri, agar aku dapat melewati hari-hariku tanpa rasa sedih. Menawarkanku untuk berjalan beriringan agar aku tak berjalan sendiri. Aku mengabaikannya dan menganggap tak pernah ada. Aku hanya menganggap bahwa itu semua hanyalah rasa simpati. Aku tak menyadarinya.
Bagaimana aku akan menyadarinya jika kau tidak memberitahu aku bahwa radar itu untukku? Kau bahkan tak mengatakan apapun untuk agar aku mengerti kata-katamu.
Saat setelah semuanya memberitahukanku bukan dari mulutmu. Aku sedih. Kenapa kau tak jujur padaku. Aku disini diam aku bahkan tak tahu harus bagaimana semestinya agar aku tak menyakitimu. Seandainya kau tahu, dari awal kau yang menciptakan rasa itu sendiri. Sendirian, tanpa sekedar memberitahu aku tentang rasa itu. Tentang perasaan itu, kaulah yang bertanggung jawab sepenuhnya. Kau tidak seharusnya menyalahkanku. Kau yang dari awal memilihku dan tidak membiarkanku memahaminya.
Orang-orang disekitarku mulai mengasihaniku, dan aku sendiri kasihan pada diriku sendiri. Kau memilih keputusan yang bahkan aku tak tahu harus bagaimana menyikapinya. Aku tahu tapi apakah aku harus berpura-pura tak tahu? kepura-puraanku bukankah akan menyakitimu? bukankah jatuhnya aku yang kejam? kau jahat memberikanku pada pilihan yang tak seharusnya kupilih. Haruskan aku membiarkanmu mengambil jarak sejauh itu?? kau seakan memusuhiku.
Sampai pada titik penyadaran bahwa kau harus melepaskan radarmu membiarkan hatimu memilih hati yang juga memilihmu. Tapi jauh didasar hatiku, aku hanya ingin kau bahagia dengan wanita yang pantas. Siapapun dia yang mungkin bukan aku.
Aku bukan tidak memberimu kesempatan tapi kau yang tidak membiarkanku memberikan kesempatan itu.
Tapi aku mengerti, aku juga tak memberikan cela untukmu karna hatiku telah memilih seseorang yang bahkan aku tak tau apakah dia nanti akan benar memilihku dengan ketulusanya. Kita hampir diposisi yang sama. Darimu aku berterima kasih, aku belajar banyak hal darimu tentang cinta yang sebenarnya adalah sederhana - tentang memberi.
Aku belajar untuk mengutuk segala perselingkuhan, bahkan sekedar berselingkuh hati. Aku tak memberimu cela karna aku tidak pantas untuk menerima segala sanjungan darimu sementara hatiku tertuju kepadanya.
Bahwa kau selalu memberikan genggaman tanganmu agar aku tak merasa sendiri, agar aku dapat melewati hari-hariku tanpa rasa sedih. Menawarkanku untuk berjalan beriringan agar aku tak berjalan sendiri. Aku mengabaikannya dan menganggap tak pernah ada. Aku hanya menganggap bahwa itu semua hanyalah rasa simpati. Aku tak menyadarinya.
Bagaimana aku akan menyadarinya jika kau tidak memberitahu aku bahwa radar itu untukku? Kau bahkan tak mengatakan apapun untuk agar aku mengerti kata-katamu.
Saat setelah semuanya memberitahukanku bukan dari mulutmu. Aku sedih. Kenapa kau tak jujur padaku. Aku disini diam aku bahkan tak tahu harus bagaimana semestinya agar aku tak menyakitimu. Seandainya kau tahu, dari awal kau yang menciptakan rasa itu sendiri. Sendirian, tanpa sekedar memberitahu aku tentang rasa itu. Tentang perasaan itu, kaulah yang bertanggung jawab sepenuhnya. Kau tidak seharusnya menyalahkanku. Kau yang dari awal memilihku dan tidak membiarkanku memahaminya.
Orang-orang disekitarku mulai mengasihaniku, dan aku sendiri kasihan pada diriku sendiri. Kau memilih keputusan yang bahkan aku tak tahu harus bagaimana menyikapinya. Aku tahu tapi apakah aku harus berpura-pura tak tahu? kepura-puraanku bukankah akan menyakitimu? bukankah jatuhnya aku yang kejam? kau jahat memberikanku pada pilihan yang tak seharusnya kupilih. Haruskan aku membiarkanmu mengambil jarak sejauh itu?? kau seakan memusuhiku.
Sampai pada titik penyadaran bahwa kau harus melepaskan radarmu membiarkan hatimu memilih hati yang juga memilihmu. Tapi jauh didasar hatiku, aku hanya ingin kau bahagia dengan wanita yang pantas. Siapapun dia yang mungkin bukan aku.
Aku bukan tidak memberimu kesempatan tapi kau yang tidak membiarkanku memberikan kesempatan itu.
Tapi aku mengerti, aku juga tak memberikan cela untukmu karna hatiku telah memilih seseorang yang bahkan aku tak tau apakah dia nanti akan benar memilihku dengan ketulusanya. Kita hampir diposisi yang sama. Darimu aku berterima kasih, aku belajar banyak hal darimu tentang cinta yang sebenarnya adalah sederhana - tentang memberi.
Aku belajar untuk mengutuk segala perselingkuhan, bahkan sekedar berselingkuh hati. Aku tak memberimu cela karna aku tidak pantas untuk menerima segala sanjungan darimu sementara hatiku tertuju kepadanya.

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda ;
Komentar tidak boleh mengandung unsur SARA, pelecehan atau kata-kata kotor :) Terima Kasih