Kau yang entah sedang apa disana...
Jika kali ini kau membacanya, maka aku bersyukur masih ada aku di kepalamu, walau mungkin tidak di hatimu...
Jika kali ini kau membacanya, bacalah ini sampai akhir kata yang kutulis khusus memang untukmu...
Jika kau mengerti bacalah dengan hatimu karna tulisan ini kutulis melalui kata-kata didalam hatiku...
Aku tidak pernah berbual soal kita sebelumnya..
Hal ini tidak jauh tentang cinta , menyoal tentang cinta yang menuntut untuk lebih...
Awalnya kufikir akan baik-baik saja seperti ini...
Awalnya kukatakan akan kuusahakan sebisa dan semampuku untuk tetap baik-baik saja...
Kau harus tau kali ini aku memilih pasrah.
Banyak hal yang kita lalui, suka duka tentang hari-hari yang kita lewati ...
Mungkin kau dan aku memang ada dalam rencana Tuhan,
Sekarang atau nanti,, entah kau dan aku akan seperti apa dan bagaimana nanti...
Ini bukan tentang keputus-asa-an-ku...
Semakin banyak air mata ini menetes.. maka semakin cepat namamu dihatiku memudar karenanya...
Pilihlah mana antara keacuhanmu dan pengabaianmu tentangku...
Kau..
Bisakah kali ini kita sedikit berusaha agar Tuhan sedikit merubah rencana apapun itu untuk kita?
Kau tahu.. semakin jauh aku berlari kau selalu ada berdiri diam diujung pelarianku...
bisakah kau pergi dari jalanku?
Apa kau tahu.. semakin sering kucoba menghilangkanmu dihatiku semakin sering hati ini memilih untuk merindukanmu..
bisakah kau menghindar.. sekedar menghindar dari hatiku?
Ini memang adalah masalaku...
Bila kukatakan lebih kejam, kau tahu.. kau semakin membuatku hancur...
Saat kau berjalan lebih cepat, aku ada tepat dibelakangmu.
mengikuti langkahmu lebih cepat agar aku tidak tertinggal jauh.
itu alasan bodohku yang mengikutimu..
Kau terus berjalan didepanku tanpa menoleh sedikitpun kearahku..
Hatiku terus berkata "Pergilah sejauh yang kau mau.. Pergilah sejauh-jauhnya"
Tapi kakiku terus mengikutimu..
Saat kupaksa kakiku untuk berhenti.
Kuhentikan langkahku yang terus mengikutimu.
Tiba saat kau memanggilku dan aku berlari kearahmu..
Lalu kau berjalan lagi dengan cepatnya tanpa menoleh kearahku..
ku tanyakan "Mengapa?" pada hatiku... mengapa aku berlari kearahmu setelah aku berhasil menghentikan kakiku dan ternyata aku gagal...
Yang kuinginkan untuk kau pergi jauh dariku..
Kuminta Tuhan mengubah rencananya tentang kita.. sedikit saja dihatiku ini..
Pergilah yang jauh..
Pergilah sejauh-jauhnya..
Kau ke Barat,
dan Aku ke Timur...
Pergi tinggalkan aku...
Jangan berbalik ke arahku,
Berlari saja sejauh yang bisa kau tempuh,
Karna mungkin,
Kau akan menemukan seseorang yang akan kau anggap pantas untuk diperjuangkan,
suatu hari,
aku akan bisa melupakanmu...
jadi, berlarilah saja,,, pergila sejauh-jauhnya . . .

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda ;
Komentar tidak boleh mengandung unsur SARA, pelecehan atau kata-kata kotor :) Terima Kasih